Coba agent dengan read-only dulu.
Tujuan percobaan pertama bukan otomatisasi penuh. Tujuannya mencari tahu apakah agent memahami pekerjaanmu tanpa memberi dampak yang sulit dibatalkan.
Pilih pekerjaan observasi.
Mulai dari merangkum repository, mencari duplikasi issue, membuat draft plan, atau menjelaskan konfigurasi. Hasilnya berguna, tetapi tidak mengubah source code, akun, atau data produksi.
Gunakan ruang uji.
Pakailah clone repo, data contoh, atau akun non-produksi. Hindari token dengan akses organisasi penuh hanya untuk membuktikan bahwa demo bisa berjalan.
Branch terpisah membantu menata commit, tetapi ia bukan ruang uji: branch berbagi working tree yang sama dengan branch utamamu, dan ia tidak membatasi file, secret, atau jaringan yang bisa disentuh agent. Kalau kamu butuh isolasi yang benar-benar terpisah, pakai salinan clone di folder lain.
Naikkan permission satu per satu.
Setelah hasil read-only konsisten, izinkan satu tindakan yang reversible: membuat draft, membuka issue test, atau menulis perubahan pada branch. Review apa yang terjadi sebelum menambah akses berikutnya.
Jangan salah baca rasa percaya diri.
Agent yang menjelaskan rencana dengan bagus belum tentu akan memakai tool dengan benar. Nilai dari output dan jejak tindakannya, bukan dari gaya bahasanya.